Tentang Berita
Hasil Ujian PMB Rekap Pendaftar
Nilai Online Autodebet

HIMA HI: Kupas Isu ‘Islamophobia’ Di Kalangan Mahasiswa

 
HIMA HI: Kupas Isu ‘Islamophobia’ Di Kalangan Mahasiswa
Jumat, 27/10/17 | 23:20 WIB
BANDUNG, UNIKOM- Sebanyak ± 180 peserta memadati Auditorium Miracle Unikom pada Senin (23/10) pukul 10.00 WIB, untuk mengikuti kegiatan Seminar Nasional bertemakan “Islamophobia, HAM dan Pengaruhnya terhadap Arah Kebijakan Nasional Negara-Negara di Eropa”. Kegiatan yang digagas Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional (Hima HI), menghadirkan pakar di bidangnya yakni Pipip Rifai A. Hasan, Ph.D (Dosen Program Magister Studi Islam Universitas Paramadina Jakarta) untuk memberikan pencerahan bagi mahasiswa terkait isu ‘Islamophobia’ yang saat ini marak diperbincangkan khususnya di negara-negara Eropa.
 
Melalui kesempatan tersebut, Pipip menjelaskan bahwa islamophobia dikutip dari Oxford Dictionaries adalah ketakutan yang tidak rasional, kebencian, atau diskriminasi terhadap orang islam atau yang mempraktikan islam. Islamophobia tengah menjadi isu hangat yang banyak diperbincangkan, bahkan gejalanya semakin kuat dengan banyaknya insiden terorisme yang menyerang masyarakat Eropa. Sehingga, muncul ketidaksukaan dan prasangka terhadap islam atau orang muslim khususnya berkaitan dengan kekuatan politik. Tidak hanya itu, Pipip turut menjelaskan awal mula timbulnya ‘islamophobia’, kebijakan pemerintah Eropa secara umum dalam menanggapi isu tersebut, serta jalan keluar dari ketegangan yang muncul di situasi ‘islamophobia’.
 
Pelaksanaan seminar nasional yang dipandu moderator Silvi Oktaviani, salah satu mahasiswa Prodi HI Unikom, turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Hj. Aelina Surya, Dra. Dalam sambutan sekaligus pembukaannya, beliau menuturkan bahwa isu ‘islamophobia’ semakin kuat karena ramainya peristiwa terorisme yang terjadi khususnya di beberapa negara di Eropa. Sehingga menimbulkan ketakutan bagi masyarakat muslim khususnya yang tinggal di Eropa, dan ketakutan masyarakat non muslim terhadap orang-orang muslim. Pembahasan pun semakin lengkap dan menarik dengan adanya pemaparan yang disampaikan oleh pembicara kedua, H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si, juga merupakan Dosen Prodi HI Unikom.
 
Menurut M. Jody Kusuma selaku Ketua Pelaksana, bahwa sebagai mahasiswa erat kaitannya untuk menilik isu dan topik hangat yang menjadi kajian banyak negara. Bahkan, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, hal ini penting dilakukan untuk mengetahui kontribusi apa yang bisa diberikan guna membantu menyelesaikan ataupun meminimalisir ketegangan yang terjadi atas isu tersebut.
 
Melalui seminar nasional ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan, pencerahan, dan output positif bagi para peserta khususnya terkait isu ‘islamophobia’ yang memengaruhi arah kebijakan negara-negara di Eropa. Sebagai calon-calon diplomat, diharapkan mahasiswa Prodi HI Unikom mampu mewaspadai berbagai isu yang ramai diperbincangkan dan sedikit banyak bisa membantu dan berkontribusi mengurangi ketegangan yang muncul dari berbagai isu tersebut. (Direktorat Hms & Pro)